Tuesday, May 01, 2007
Bandung deui... Bandung deui...

Berakhir pekan ke Bandung tidak terasa bosan, walaupun saya sudah cukup sering juga jalan-jalan ke Bandung. Seperti akhir pekan kemarin yang saya habiskan untuk berwisata belanja dan kuliner ke Bandung bersama teman-teman kantor saya, hanya bisa digambarkan dengan satu kata : SERU!

Sabtu pagi kemarin perjalanan sangat lancar dari Jakarta menuju Bandung. Tujuan pertama kami untuk berwisata belanja adalah area Dago. Jadilah mini bus yang membawa kami parkir di depan sebuah Factory Outlet (FO), dan kami pun bebas berjalan kaki keluar-masuk menyusuri setiap FO di sepanjang Dago alias Jl. Juanda. Sebenarnya saya lumayan doyan juga belanja, tapi hari itu saya tidak belanja gila-gilaan, hanya secukupnya saja. Bukannya no money, tapi kemarin saya tidak begitu tergoda melihat model baju-baju di FO yang saya susuri, kok banyak yang cupu namun dijual dengan harga mahal. Jadi saya pikir lebih baik saya berbelanja di Jakarta saja, model bajunya lebih up to date. Setelah hunting di beberapa FO, akhirnya saya menemukan skinny jeans yang oks banget dengan harga so-so, sebuah sepatu sandal di Donatello, sisanya saya berburu t’shirt ke distro Ouval Research. Lumayan....

Setelah berburu pakaian di FO, kami bersama-sama menuju restoran Rumah Nenek di daerah Cilaki untuk makan siang. Menu yang saya pilih siang itu benar-benar khas Indonesia dan rasanya sangat enak: Sop Buntut Goreng dan Sate Maranggi, hummm... betapa nikmatnya!

Selesai makan siang, kami kembali lagi ke Dago untuk berbelanja kembali. Namun, saya dan beberapa teman memilih untuk memisahkan diri dan meneruskan perjalanan ke daerah Tubagus Ismail, tepatnya di kantin Sakinah, tempat makan Es Duren yang super lekker. Tempat ini memang salah satu tujuan yang saya targetkan setiap berkunjung ke Bandung, karena saya belum pernah menemukan tempat lain yang menyediakan Es Duren asli seenak dan sebanyak disini. Dengan harga Rp 10.000 per-porsi, saya puas mekan Es Duren satu mangkok besar... Rasanya? Jangan ditanya... Slurrrphh... nikmat dan lekker! Pokoknya pas banget buat para penggemar duren, dijamin ketagihan mau dan mau lagi. Berani taruhan?!


Puas makan Es Duren, kami langsung pulang ke hotel di daerah Braga, tepatnya di hotel Aston Bandung yang letaknya satu area dengan Braga City Walk. Saya sangat suka menginap disana, karena ambience Jl. Braga sebagai sebuah kota tua yang cukup eksotik, sehingga saya bisa melihat dan menikmati banyak pemandangan gedung-gedung tua peninggalan jaman Belanda. Selain itu, fasilitas akomodasi di Aston sangat bagus. Kebetulan rombongan kami mengambil beberapa kamar di area apartemen Aston di lantai 19, dan kamar yang saya tempati merupakan ruang apartemen yang nyaman dan luas. Didalamnya terdapat 1 living room yang menghadap ke balkon, 1 pantry/ kitchen (lengkap dengan microwave, kompor, dan kulkas kecil), 3 bedroom, serta 2 kamar mandi. Jika Anda mau berlibur ke Bandung bersama keluarga, saya sarankan menginap di apartemen Aston ini, dengan harga yang relatif murah bisa mendapat tempat yang nyaman untuk keluarga.








Setelah beristirahat sejenak dan membersihkan diri, saya dan teman-teman berangkat menuju kawasan Dago Pakar untuk makan malam bersama. Tepatnya di Sierra Cafe & Lounge. Sierra juga merupakan salah satu tempat favorit saya untuk makan malam ketika berlibur ke Bandung. Saya suka ambience restorannya, dan dari sana saya bisa menikmati pemandangan indah kota Bandung di malam hari, selain juga hawanya sejuk. Malam itu saya menemukan menu baru di Sierra, sushi mix sebagai hidangan pembuka alias appetizer. Kebetulan saat itu saya memang lagi kepingin makan sushi. Rasanya enak. Untuk main course saya memesan menu khas Sierra, yaitu menu steak. Memang agak nggak matching dengan appetizernya, hehe… Makan malam hari itu sangat nikmat, selain menunya enak, saya juga merasakan hangatnya kekeluargaan bersantap malam bersama teman-teman sekantor dan juga si boss yang super baik hati tentunya.


Hari makin malam, dan saya pun mulai lelah. Malam itu saya melewati tawaran teman untuk menonton film midnite di Blitz ataupun menikmati live music di Braga City Walk karena saya cukup lelah dan perlu menyimpan energi untuk esok harinya. Jadi, sepulang makan malam saya memilih untuk beristirahat di hotel, menikmati kota Bandung di malam hari dari ketinggian balkon kamar hotel.


Keesokan harinya saya bangun dalam keadaan segar dan senang. Mandi pagi-pagi, dilanjutkan dengan packing untuk bersiap-siap cek out dari hotel. Tepat jam 9 pagi, saya dan rombongan cek out dari hotel.


Perjalanan kami minggu pagi dimulai dengan sarapan pagi bersama di daerah Sulanjana, tepatnya di kedai Bubur Ayam Mang Oyo yang terkenal enak itu. Ternyata bubur ayam Mang Oyo memang sangat khas, buburnya agak padat dan bumbunya sudah menyatu dalam bubur, sehingga bubur Mang Oyo tidak memakai bumbu cair seperti layaknya bubur ayam lainnya. Rasanya enak dan gurih.


Perut sudah kenyang, energi sudah bertambah... Dan kami pun siap berwisata belanja kembali. Kali ini kami mengunjungi Fo-FO di sepanjang Jl. Riau. Tak ketinggalan, kami juga mampir ke toko kue andalan : Bawean dan Prima Rasa, yang menjual berbagai pilihan oleh-oleh khas Bandung, khususnya brownies legit dengan rasa cokelat yang menggigit. Cokelat banget gitu lho! =)

Seharian puas berwisata belanja, kami menyempatkan bersantai sejenak di restoran Kembang Pare, Jl. Halmahera (dekat FO Renariti). Tempatnya cukup nyaman, tidak terlalu ramai, menu makanannya juga lumayan enak dan banyak pilihan. Selesai bersantai, kami pun bergegas ke bis yang mengantar kami untuk kembali ke Jakarta, kembali ke kehidupan nyata setelah berlibur sejenak sambil berwisata belanja ke Bandung.

Walau hanya sejenak, namun jalan-jalan akhir pekan kemarin cukup membuat merasa puas dan senang. Bandung deui... Bandung deui... Siapa takut?! Hayuuu ka Bandung deui... hehehe =P


si doyan jalan foot step on 8:04 PM.